Survei Geolistrik Air Tanah SMAN 1 Cigembong
Kebutuhan sumber air yang memadai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mendukung aktivitas di lingkungan sekolah. Untuk membantu proses pencarian sumber air di SMAN 1 Cigembong, Lebak, Banten, dilakukan survei geolistrik air tanah sebagai bagian dari investigasi awal sebelum menentukan lokasi yang dapat ditindaklanjuti untuk sumur bor.
Kegiatan survei lapangan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026. Pekerjaan diarahkan untuk memperoleh gambaran respons bawah permukaan melalui pengukuran lapangan, kemudian menggunakan hasilnya sebagai bahan interpretasi dalam mencari titik air tanah yang dapat dipertimbangkan lebih lanjut.
Proses Deteksi Air Tanah di SMAN 1 Cigembong
Dalam pekerjaan ini digunakan perangkat ADMT 300HT2. Peralatan tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan pencarian sumber air dengan kemampuan deteksi hingga kisaran 100–300 meter, bergantung pada kondisi dan konfigurasi pengukuran di lapangan.
ADMT 300HT2 mengombinasikan elektroda dan sensor elektromagnetik dalam proses pengukuran. Data yang diperoleh dapat terhubung secara wireless ke smartphone atau tablet, sehingga pemantauan hasil pengukuran dapat dilakukan secara praktis selama kegiatan survei berlangsung.
Salah satu fitur perangkat adalah visualisasi otomatis dalam bentuk 2D dan 3D. Tampilan tersebut membantu tim dalam mengamati respons bawah permukaan dan menjadi bagian dari proses interpretasi untuk mempertimbangkan area yang berpotensi digunakan sebagai titik air tanah atau lokasi rencana sumur bor.
ADMT 300HT2 diklaim produsen memiliki akurasi hingga 95%. Angka tersebut merupakan klaim produsen dan bukan hasil pengujian independen atau angka akurasi khusus yang diperoleh dari pekerjaan survei di SMAN 1 Cigembong.

Manfaat Survei untuk Kebutuhan Sekolah
Survei geolistrik air tanah dapat memberikan informasi awal sebelum pekerjaan pengeboran dilakukan. Bagi SMAN 1 Cigembong, informasi tersebut dapat membantu proses pencarian sumber air dengan pendekatan berdasarkan hasil pengukuran dan interpretasi kondisi bawah permukaan.
Kegiatan deteksi air tanah juga dapat membantu mempersempit pilihan lokasi yang perlu dipertimbangkan untuk tindak lanjut. Dengan demikian, proses perencanaan deteksi sumur bor dapat dilakukan dengan memiliki informasi tambahan dari hasil survei lapangan, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan kondisi permukaan.
Namun, hasil survei tetap merupakan bagian dari proses investigasi. Interpretasi geolistrik tidak dapat dijadikan jaminan bahwa suatu titik pasti menghasilkan debit atau kualitas air tertentu. Kondisi aktual sumber air perlu dikonfirmasi melalui pengeboran dan pengujian sumur pada tahap berikutnya.
Biaya Survei Geolistrik Air Tanah
Untuk kebutuhan pencarian sumber air, biaya survei berada pada kisaran Rp3.000.000–Rp4.000.000 per titik, di luar transportasi dan akomodasi. Besarnya kebutuhan pekerjaan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan rencana investigasi yang diperlukan.
Pelaksanaan survei di SMAN 1 Cigembong, Lebak, Banten, menjadi salah satu tahapan untuk membantu pencarian sumber air tanah dan memberikan pertimbangan awal dalam rencana penentuan titik sumur bor. Untuk kebutuhan deteksi air tanah di sekolah, fasilitas umum, maupun lokasi lainnya, silakan menghubungi tim melalui kontak yang tersedia.