Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei PT Tunggal Mitra Plantation
Kebutuhan air bersih di area perkebunan skala besar bukan hal sepele. PT Tunggal Mitra Plantation di Desa Pujud, Rokan Hilir, Riau, menghubungi kami untuk melakukan deteksi air tanah sebelum pengeboran sumur dilaksanakan. Tim kami turun ke lokasi pada 30 Juni 2021 dan langsung memulai persiapan pengukuran.
Lokasi survei berada di koordinat 1.532200, 100.644316, di tengah hamparan lahan yang didominasi vegetasi perkebunan. Sebelum alat dipasang, tim membaca kondisi geologi setempat sebagai dasar interpretasi data yang akan diambil.
Kondisi Geologi dan Akuifer di Lokasi
Wilayah Pujud dan sekitarnya di Rokan Hilir, Riau, termasuk dalam zona endapan aluvial berumur Kuarter. Litologi yang dijumpai di lokasi ini terdiri dari campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Kehadiran gambut dalam susunan litologi ini cukup khas untuk wilayah dataran rendah Riau yang memang banyak didominasi lahan gambut.
Akuifer di sini tergolong produktif sedang dengan penyebaran luas. Kelulusannya tinggi, sehingga air bisa mengalir cukup bebas di antara partikel pasir dan kerikil. Keterusannya berada di level sedang, dengan perkiraan debit antara 1 hingga 5 liter per detik. Untuk kebutuhan operasional kebun, angka ini bisa sangat memadai asalkan titik bor ditempatkan pada zona yang tepat.
Lapisan gambut yang menyisip dalam susunan batuan perlu diperhatikan dalam interpretasi data, karena karakteristik resistivitasnya bisa berbeda dengan lapisan pasir atau kerikil jenuh air. Di sinilah pengalaman tim dalam membaca pola data geolistrik menjadi sangat menentukan.
Proses Pengukuran di Lapangan
Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu menjangkau kedalaman 100 hingga 300 meter. Data lapangan dipantau langsung lewat koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang tanah 2D dan 3D yang tersedia otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksi mencapai 95%, meski hasil aktual tentu tetap dipengaruhi oleh variasi kondisi geologi di setiap titik.
Proses pengukuran di lahan PT Tunggal Mitra berlangsung tanpa kendala teknis yang berarti. Kondisi lahan yang relatif datar memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk cukup jelas terbaca dan bisa langsung diinterpretasikan untuk memetakan sebaran lapisan bawah tanah di sekitar titik ukur.

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Tarif
Setelah analisis selesai, tim menetapkan zona yang paling prospektif sebagai rekomendasi titik pengeboran. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak perusahaan untuk dijadikan acuan sebelum proses pengeboran dilaksanakan.
Bagi perusahaan perkebunan atau pihak lain di Rokan Hilir, Riau yang ingin mengetahui lebih lanjut, biaya Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik sudah mencakup pengukuran lapangan, pengolahan data, dan penyerahan laporan rekomendasi. Biaya transportasi dan akomodasi dihitung terpisah menyesuaikan jarak lokasi.
Pengalaman survei di Rokan Hilir, Riau menunjukkan bahwa langkah deteksi sumur bor sebelum mengebor selalu lebih hemat dibanding harus mengulang proses pengeboran di titik yang salah. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei di lokasi Anda.