Lapas Narkotika Rumbai Pekanbaru: Survei Geolistrik Air Tanah

Laporan Survei · Riau · 16 Sep 2026

Lapas Narkotika Rumbai di kawasan Rumbai Bukit, Pekanbaru, membutuhkan sumber air tanah yang lebih mandiri untuk mendukung operasional sehari-hari. Dengan kapasitas hunian yang tidak kecil, ketergantungan penuh pada pasokan eksternal tentu punya risikonya sendiri. Pihak lapas kemudian menghubungi kami untuk melakukan deteksi air tanah sebelum pengeboran sumur dijadwalkan. Tim turun ke lokasi di Riau pada 23 Oktober 2023, dengan titik pengukuran di koordinat 0.62364246, 101.41070222, elevasi 20 mdpl.

Kawasan Rumbai secara umum dikenal sebagai salah satu wilayah Pekanbaru yang banyak bersentuhan dengan sistem sungai dan dataran aluvialnya. Kondisi itu memberi gambaran awal yang cukup positif soal potensi air tanah di area ini.

Karakter Akuifer di Rumbai Bukit

Lapisan bawah tanah di lokasi ini tersusun dari endapan aluvial Kuarter, dengan campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Komposisi litologi seperti ini cukup khas untuk dataran Pekanbaru bagian utara yang banyak dipengaruhi oleh endapan sungai bercampur material organik.

Akuifer di lokasi survei ini tergolong produktif sedang. Kelulusannya tinggi, artinya air bisa bergerak cukup bebas di antara partikel-partikel lepas di lapisan pasir dan kerikil. Keterusan lapisannya rendah, tapi perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat masih berkisar antara 1 hingga 5 liter per detik. Untuk kebutuhan lembaga seperti lapas dengan puluhan hingga ratusan penghuni, angka ini cukup berarti sebagai sumber air cadangan atau pelengkap.

Gambut dalam susunan litologi perlu diperlakukan dengan hati-hati dalam interpretasi data resistivitas, karena nilainya bisa tumpang tindih dengan zona jenuh air jika pembacaannya kurang teliti. Tim kami yang berpengalaman di berbagai lokasi gambut Riau sudah terbiasa menangani situasi seperti ini.

Proses Pengukuran Lapangan

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data pengukuran dipantau secara langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang tanah 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya mencapai 95%, meski di lapangan kondisi geologi aktual selalu menjadi penentu akhir kualitas interpretasi yang dihasilkan.

Proses di lapangan berjalan lancar. Area di sekitar kompleks lapas yang cukup terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk menunjukkan variasi lapisan yang bisa dibaca dengan baik, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang paling prospektif untuk dijadikan titik air tanah di lokasi ini.

Ilustrasi Lapas Narkotika Rumbai Pekanbaru: Survei Geolistrik Air Tanah

Rekomendasi Titik Bor dan Catatan Biaya

Berdasarkan analisis data lapangan, tim menetapkan titik pengeboran yang direkomendasikan pada zona dengan karakteristik resistivitas paling sesuai untuk mendapatkan debit yang memadai dari akuifer aluvial setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak Lapas Narkotika Rumbai sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan.

Untuk informasi, tarif jasa geolistrik air tanah Riau yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Tarif itu sudah mencakup pengukuran lapangan, pengolahan data, dan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.

Instansi pemerintah, lembaga, atau fasilitas lain di Riau yang membutuhkan sumber air mandiri dan ingin memastikan titik bor yang tepat sebelum mengeluarkan biaya pengeboran, kami siap membantu dengan survei geolistrik yang terencana dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan.

← Kembali ke daftar artikel