Deteksi Air Tanah Rumah Pak Sutrisno, Kuala Tolam Pelalawan

Laporan Survei · Pelalawan · 16 Sep 2026

Pak Sutrisno di Kuala Tolam, Pelalawan, ingin punya sumur bor sendiri di rumahnya. Sebelum memanggil tim bor, ia memilih untuk melakukan survei geolistrik terlebih dahulu agar tidak salah titik. Tim kami tiba di lokasi pada 18 November 2025, dengan titik pengukuran di koordinat 0.394635, 102.156308, elevasi 17 mdpl. Kondisi medan yang datar dan terbuka membuat persiapan pengukuran bisa langsung dimulai tanpa banyak hambatan.

Kuala Tolam berada di wilayah Pelalawan yang banyak dialiri sistem sungai besar. Secara geologi, daerah seperti ini kerap menyimpan potensi air tanah yang cukup baik, dan data dari titik ini membuktikan hal tersebut.

Potensi Akuifer yang Sangat Menjanjikan

Lapisan bawah tanah di lokasi rumah Pak Sutrisno tersusun dari endapan aluvium Kuarter berbutir kasar hingga sedang, didominasi kerikil dan pasir dengan sisipan lempungan di beberapa bagian. Jenis endapan seperti ini terbentuk dari material yang diendapkan sungai selama ribuan tahun, dan secara hidrogeologi termasuk yang paling ideal untuk menyimpan dan mengalirkan air tanah.

Akuifer di lokasi ini tergolong produktif dengan penyebaran luas. Kelulusannya tinggi dan keterusan lapisannya sedang, kombinasi yang sangat mendukung aliran air tanah yang konsisten. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 5 hingga 10 liter per detik. Ini termasuk angka yang sangat baik untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan lebih dari cukup jika Pak Sutrisno ingin memanfaatkannya untuk keperluan yang lebih luas di kemudian hari.

data geolistrik air Deteksi Air Tanah Rumah Pak Sutrisno, Kuala Tolam Pelalawan

Pengukuran Lapangan di Kuala Tolam

Survei menggunakan ADMT 300HT2, alat yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dalam satu sistem terpadu. Kemampuan deteksinya mencapai 100 hingga 300 meter ke bawah permukaan, dengan data yang dipantau langsung melalui koneksi wireless ke tablet di lapangan. Visualisasi penampang tanah 2D dan 3D tersedia otomatis, memudahkan tim membaca pola sebaran lapisan secara real-time. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski seperti biasa, kondisi geologi aktual di setiap titik tetap menjadi penentu akhir kualitas interpretasi.

Di lahan rumah Pak Sutrisno, proses pengukuran berlangsung efisien. Data yang masuk menunjukkan pola resistivitas yang jelas dan konsisten dengan karakter akuifer aluvial kasar. Zona jenuh air teridentifikasi dengan baik, dan tim tidak menghadapi kesulitan berarti dalam menentukan area mana yang paling layak sebagai titik bor.

Rekomendasi dan Informasi Biaya Geolistrik Pelalawan

Berdasarkan hasil analisis, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan karakteristik resistivitas yang paling sesuai untuk mendapatkan debit optimal dari akuifer aluvial di lokasi ini. Laporan teknis diserahkan kepada Pak Sutrisno sebagai panduan bagi kontraktor bor yang akan ditunjuk selanjutnya.

Dengan potensi akuifer seperti yang terdeteksi di Kuala Tolam, peluang keberhasilan pengeboran sangat besar, asalkan titik yang direkomendasikan diikuti. Ini salah satu hasil survei yang paling optimistis yang pernah kami tangani di wilayah Pelalawan.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Pelalawan yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Cakupan tarif itu sudah meliputi pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei di lokasi Anda.

← Kembali ke daftar artikel