Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei SMPN 3 Balai Jaya

Laporan Survei · Rokan Hilir · 15 Sep 2026

SMPN 3 Balai Jaya di Desa Balam Sempurna, Rokan Hilir, Riau, membutuhkan sumber air yang lebih andal untuk kebutuhan operasional sekolah. Pihak sekolah memilih jalur yang tepat: survei geolistrik dulu sebelum memutuskan di mana sumur bor akan dibuat. Tim kami tiba di lokasi dan memulai pengukuran pada 20 Juli 2021.

Koordinat titik survei tercatat di 1.699930, 100.652946, di area halaman sekolah yang cukup terbuka. Secara umum, lokasi ini tidak jauh berbeda dengan karakteristik wilayah dataran gambut yang mendominasi sebagian besar Rokan Hilir, Riau.

Potensi Air Tanah di Area Gambut Balai Jaya

Lapisan bawah tanah di lokasi SMPN 3 Balai Jaya tersusun dari endapan aluvial Kuarter, dengan campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Kehadiran gambut dalam litologi ini perlu mendapat perhatian khusus dalam interpretasi data, karena sifat resistivitasnya bisa berbeda dari lapisan pasir atau kerikil yang jenuh air.

Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya justru tinggi. Kombinasi ini berarti air memang bisa mengalir cukup bebas di antara partikel-partikel lepas, tapi zona jenuh airnya tidak tersebar merata di seluruh area. Perkiraan debit yang bisa diperoleh berkisar antara 0 hingga 3 liter per detik, tergantung seberapa tepat posisi titik bor.

Angka debit seperti ini masih bisa mencukupi kebutuhan air sekolah jika dikelola dengan baik, tapi pemilihan titik bor yang salah bisa berujung pada hasil yang jauh di bawah ekspektasi. Itulah mengapa deteksi air tanah lewat geolistrik menjadi langkah yang tidak bisa dilewatkan di jenis akuifer seperti ini.

data lapangan Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei SMPN 3 Balai Jaya

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Alat yang dipakai dalam survei ini adalah ADMT 300HT2, yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik. Jangkauan deteksinya mencapai 100 hingga 300 meter ke bawah permukaan, dengan data yang bisa dipantau langsung melalui koneksi wireless ke tablet. Visualisasi penampang tanah 2D dan 3D tersedia otomatis dari sistem alat. Produsen mengklaim akurasi deteksinya mencapai 95%, meski hasil di lapangan selalu bergantung pada variasi kondisi geologi aktual di setiap titik.

Proses pengukuran di halaman SMPN 3 Balai Jaya berjalan tanpa kendala. Area yang cukup terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda dengan baik. Data yang terekam menunjukkan pola yang cukup jelas untuk diinterpretasikan, dan tim bisa mengidentifikasi zona yang relatif lebih prospektif dibanding bagian lain di area tersebut.

Ilustrasi Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei SMPN 3 Balai Jaya

Rekomendasi Titik Bor dan Info Biaya Survei

Hasil analisis data dijadikan dasar penentuan titik pengeboran yang direkomendasikan. Laporan lengkap diserahkan kepada pihak sekolah disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis sesuai kondisi geologi setempat.

Untuk referensi, biaya survei geolistrik air tanah di wilayah Rokan Hilir, Riau seperti ini dikenakan tarif sekitar 3 juta hingga 5 juta per titik, belum termasuk biaya transportasi dan akomodasi ke lokasi. Cakupan biaya itu sudah meliputi pengukuran lapangan, analisis data, dan laporan rekomendasi titik bor.

Sekolah, pesantren, atau fasilitas publik lain di Rokan Hilir, Riau yang ingin memiliki sumur bor sendiri sangat disarankan untuk melakukan cari sumber air dengan survei terlebih dahulu, terutama di kawasan dengan dominasi lapisan gambut seperti Balai Jaya ini. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel